Lowongan Kerja – BNI Life Insurance Syariah DBS TIPS

LOWONGAN KERJA

BNI Life Insurance Syariah DBS TIPS

BANK BNI Life DBS TIPS BUTUH TENAGA KERJA, CEPAT!!

GAJI Rp.1.500.000 (1,5jt) s.d 3.000.000 (3jt)

Hub: Bp. Afiful Ikhwan (08 121 555 111 9)

Pasca di launchingnya DBS TIPS (Tabungan Investasi Proteksi Syari’ah) kerjasama BANK BNI Life dan PT.DBS (Duta Business School), kami manajemen ingin menyampaikan informasi tentang DBS TIPS BNI:

Adalah menabung seperti di BANK umumnya, tetapi tanpa pajak bulanan, administrasi lainnya dan system disini bagi hasil, nasabah yg menabung jika wafat ada santunan meninggal, jika kecelakaan ada asuransi, jika di ambil tabungan tersebut bersifat Investasi, semua menjadi satu (otomatis) TIPS ini dinamakan oleh pakar ekonomi syari’ah Bp. Dr.Syafi’i Antonio, M.Ec tabungan ajaib, semua di kelola secara Syari’ah (bersih dari unsur Maysir, Gharar dan Riba)

Ø Menabung di DBS TIPS BNI Life ini bebas pajak admin bulanan / pajak ATM, berbeda dengan BANK lain yg biaya admin/pajak bulananya Rp.5.000 – Rp.10.000 dan juga tidak sekedar menabung biasa, tetapi NASABAH ber-Investasi kepada Negara

Ø Menabung dengan 2 pilihan; Bulanan Rp.300rb dan Tahunan 5jt, adapun cara menabungnya hanya selama 5th setelah itu tidak perlu menabung lagi

- 300rb X 5th = 18jt menjadi 1,5Milyar Max (Cara Bulanan)

- 5jt X 5th = 25jt Menjadi 2,4Milyar Max (Cara Tahunan)

Ø Tergantung lamanya meng-investasikan tabunganya, adapun cara menabungnya juga bisa langsung cash bebas bisa diambil kapan saja seperti menabung biasa

Ø Formulir Pendaftaran di Kantor PT.DBS Tulungagung

Ø Menabungnya langsung di BANK BNI seluruh dunia bisa, dan via transfer Bank lainnya juga bisa setelah mengisi formulir dan mendaftarkan di kantor PT.DBS akan diterbitkan POLISH (Buku Tabunganya) PT.BNI Life Syari’ah

Ø Ilustrasinya: Jika anda meng-infokan ini kepada orang lain dan orang tersebut menabung di DBS TIPS BNI Life ini, maka anda (orang yang menginfokan) mendapatkan “GAJI/BONUS” sebagai rasa terima kasih dari kami yg langsung di transfer ke rekening anda Rp.15.000 per-orang per-1x nabung, ber’arti 5th = 60bln per-60 kali nabung bagi yg ikut program bulanan. Tinggal mengalikan 15rb X 60 = 900rb dari 1 orang, jika org yg anda infokan pertama tadi menabung dan meng-infokan ke org lain juga, maka “GAJI/BONUS” yang anda dapat berlipat, kalau 150org X 15.000, = Rp.2.250.000,- per-bulan anda kami gaji karena meng-infokan atau kalau 300org? silahkan hitung sendiri yg diberikan oleh BANK BNI & PT.DBS. (kami menggunakan system ini agar cepat merata sampai kepada masyarakat yg dinamakan dgn system bagi hasil)

Ø Infokan ke saudara, teman, tetangga, rekan, guru, orang tua, dsb. Menabung Aman, Merencanakan Pasti, Untuk Masa Depan Keluarga, Kita Menabung-Semua Untung-Negara Maju !! Anda menabung uang anda bertambah! Tidak ada potongan pajak!

Ø DBS TIPS BNI Life TABUNGAN PALING BERANI !!!

Dengan menabung Rp.10.000 /hari dan hanya menabung selama 5tahun saja di BNI Life, anda telah merubah masa depan keluarga tercinta !!

Info lebih lanjut di:

KANPER (Kantor Perwakilan) DBS Tulungagung;

Plosokandang – Utara STAIN T.Agung – PUTRI NET

Tlp: (0355) 7150539 Hp. 08 121 555 111 9

website: www.dbstips.com – www.duta4future.com

fb/email: dbstulungagung@ymail.com

Manajer SEC : Bpk. Afiful Ikhwan.

MAJUKAN BANGSA DENGAN BER-INVESTASI KEPADA NEGARA,

TERJAMIN KEPASTIAN DAN KEAMANANNYA !!

MENATA MASA DEPAN KELUARGA MULAI SAAT INI !!

AYO MENABUNG !!

INFOKAN…!!!!!!

Copyright © 2011 – DBSTIPS

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn

Cara Memasang Tombol “like” (Suka) di Facebook pada Blog

Setelah beberapa kali berkunjung ke blog teman, eh tertarik juga pada pemasangan tombol like/suka yang ada di facebook pada blog. setelah disana sini mencari artikelnya di mbah google akhirnya ketemu juga link alamat web/aplikasi penyedia layanan ini, yaitu Facebook Developers. setelah di obrak-abrik, eh ketemu juga caranya :

1. Buka Facebook Developers plugins.

2. Pilih “Like Button”.

3. Isikan informasi yang ada pada box.pada “URL to Like” isikan alamat profil Facebook anda. contoh: “http://www.facebook.com/reqs.php#!/profile.php?id=1514168756″. setelah semua informasi terisi lengkap, pilih tombol “Get Code” untuk mendapatkan code HTML-nya.

4. Copy code yang ada di Box “iframe” untuk di tempelkan di HTML blog anda.

5. Selamat Mencoba…..

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn

Cara Membuat Tulisan Berjalan Pada Addres Bar

Nah seperti judulnya saya akan share cara membuat tulisan berjalan pada addres bar.Tutorial ini sudah lama diposting oleh master blogger saya hanya sekedar share aja untuk menambah kumpulan artikel saya…Cukup cantik and gak perlu ribet utak atik cukup copas script berikut dan utak atik sedikit eng ing eng … jadi deh..

 

Caranya :

 

  1. Login ke akun BLOGGER anda
  2. Klik Rancangan —  Edit HTML
  3. Download template anda untuk mengurangi kesalahan penulisan script
  4. Centang Expand Template Widget
  5. Cari kode          (untuk mempermudah tekan CTRL + F)
  6. Copy kode berikut dan letakkan di atas kode  

     

  7. Ganti Tulisan yang dicetak tebal dengan tulisan sesuka anda
  8. Simpan Template anda

selesai selamat mencoba and jangan lupa tinggalkan komentar anda

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn

Meramalkan Kesuksesan Anda

Anda pasti penasaran toh, tentang bagaimana masa depan Anda? Apakah Anda

akan sukses di masa depan? Apakah Anda akan berhasil nanti? Ketahuilah,

bahwa yang bisa memastikannya hanyalah Sang Pencipta Anda. Namun demikian,

Anda beruntung sekali karena Yang Maha Kuasa telah memberi kesempatan kepada

Anda, untuk meramalkan masa depan Anda sendiri. Bagaimana dengan ini? Anda

bisa mengetahuinya, hanya dalam waktu dua puluh menit!


 

 

Jika Anda tertarik untuk mengetahui masa depan Anda, Anda bisa mengerjakan

PR dari Leslie Fieger berikut ini – Leslie Fieger adalah penulis buku "The

DELFIN Knowledge System Trilogy: The Initiation, The Journey, dan The Quest"

dan "Millionaire Mindset".

 

Pertama, Anda harus memahami petunjuk-petunjuk penting yang menentukan

kesuksesan.

 

*1. SIKAP*

Ada sikap pemenang dan ada sikap orang yang kalah. Sebagian besar dari kita

memiliki sikap campuran.

 

Sikap pemenang ditandai oleh: *self esteem* yang tinggi, cara pandang yang

positif terhadap kehidupan, penuh rasa bersyukur, peka akan arah hidup,

memiliki kemauan keras untuk belajar dan melakukan apa yang perlu dilakukan.

 

Sikap orang yang kalah ditandai oleh: *self esteem* yang rendah, cara

pandang yang negatif tentang hidup, tidak pandai bersyukur, mempercayai

nasib buruk dan kesialan, tidak mau belajar, keras kepala tentang berbagai

hal yang dianggap sudah diketahuinya, memiliki kemauan yang rendah dan

disiplin pribadi yang buruk.

 

*2. NIAT*

Berbagai hal yang dikerjakan dengan niat, akan bermuara pada hasil yang

diniatkan. Berbagai hal yang dikerjakan tanpa niat, akan berakhir dengan

hasil yang tidak diniatkan. Anda bisa mengklarifikasi soal niat ini, dengan

menjawab tiga pertanyaan berikut:

 

*"Apa niat Anda dalam mempertahankan suatu keyakinan?"

"Apa niat Anda dalam mengambil pola pikir tertentu?"

"Apa niat Anda dalam melakukan sesuatu?"*

 

Kebanyakan orang akan sulit menjawabnya dan hanya pemenang yang bisa.

Seorang pemenang bahkan melanjutkannya dengan pertanyaan berikut ini:

 

*"Apa hasil yang Saya niatkan dengan keyakinan ini, berpikir seperti ini,

bertindak begini, dan membawa diri dengan cara ini?"*

 

*3. TUJUAN*

Tujuanlah yang memberi arti. Hidup tanpa tujuan adalah hidup yang tidak

berarti.

 

Pemenang punya tujuan dan orang yang kalah tidak. Seorang pemenang hidup

dengan dan di dalam tujuan. Orang yang kalah hidup sebagai korban keadaan.

Mereka tidak menciptakan keadaan.

 

Tuliskanlah sesegera mungkin tujuan hidup Anda, dan gunakan standar Anda

sendiri. Anda boleh sangat egois untuk yang satu ini. Tapi ketahuilah,

bahwasanya tujuan itu telah dituliskan di dalam kitab suci Anda.

 

*4. SEMANGAT*

Semangat adalah bahan bakar Anda. Bahan bakar itulah yang akan menarik orang

lain dan sumber daya yang diperlukan sehingga makin mendekati Anda. Semangat

itu magnet. Orang yang bersemangat akan menarik orang lain dan sumber daya

ke arahnya.

 

Pemenang adalah orang yang sangat bersemangat.

 

*5. RENCANA*

Anda pernah mendengar ini. Anda sudah membacanya berulang kali. Hidup Anda

perlu rencana dan Anda harus membuatnya. Seorang pemenang memiliki rencana

permainan. Orang yang kalah hanyalah penonton atau pemain cadangan.

 

Tulislah rencana Anda dengan spesifik dan sedetil mungkin.

 

*6. PERSISTENSI*

Sikap pantang menyerah akan melahirkan pemenang. Sikap ini akan

meroketkannya sampai ke puncak.

 

Di tengah perjalanan, Anda pasti akan menemukan kendala dan hambatan. Orang

yang kalah akan segera menyerah, dan seorang pemenang justru menjadikannya

kekuatan dan alat belajar untuk mencari solusi.

 

*7. TANGGUNGJAWAB*

Jawablah pertanyaan ini,

*"Mengapakah Saya belum juga berbahagia, kaya, sejahtera, sukses, dan

mencapai segala keinginan Saya?"*

 

Jika jawaban Anda menyalahkan kondisi, keadaan, kejadian, atau orang lain,

maka Anda adalah orang yang kalah. Sebab, seorang pemenang adalah ia yang

mau mengambil tanggungjawab, dan orang yang kalah akan menyalahkan segala

sesuatu selain dirinya sendiri.

 

Naiklah ke panggung kehidupan dan terimalah tanggungjawabnya. Maka Anda akan

menjadi pemenang di setiap detak jantung Anda.

 

Jika Anda memilih bertanggungjawab untuk setiap kesulitan dan kegagalan,

maka Anda juga akan bertanggungjawab untuk setiap kesuksesan.

 

Saat Anda sukses, Anda bahkan tidak perlu lagi berkata, "Saya hoki." Anda

bisa mengatakan, "Alhamdulillah, Saya berhasil melakukannya."

 

*8. KATA-KATA*

Kata-kata yang Anda ucapkan dan cara Anda mengucapkannya, menunjukkan banyak

hal tentang Anda. Kata-kata Anda akan mengungkapkan keyakinan Anda,

pemikiran Anda, dari mana Anda berasal, dengan siapa Anda bergaul, dan

kemana Anda akan berakhir.

 

Orang biasa berbicara tentang orang lain; orang rata-rata berbicara tentang

kejadian dan keadaan; orang hebat dan pemenang berbicara tentang ide dan

idealismenya sendiri.

 

*9. TINDAKAN*

Tindakan berbicara lebih keras dari kata-kata. Apa yang Anda lakukan adalah

cerminan dari karakter Anda.

 

Kebanyakan orang hanya melakukan apa yang dilakukan orang lain. Jika Anda

mau menjadi pemenang, lakukanlah apa yang menjadi idealisme Anda sendiri.

Ketahuilah, bahwa tindakan akan membawa hasil. Dengan bertindak sesuai

idealisme Anda sendiri, hasilnya adalah Anda yang ideal.

 

Lakukanlah apa yang Anda sukai, lakukanlah apa yang Anda inginkan.

Bertanggungjawab dan rasakanlah konsekuensinya.

 

*10. SILATURAHIM*

Jika Anda ingin menjadi pemenang, bergaullah dengan pemenang. Ciptakanlah

kelompok *mastermind* Anda sendiri. Cobalah untuk terlibat dengan orang yang

lebih dahulu sukses daripada Anda, dengan orang yang lebih pintar daripada

Anda, dan dengan orang yang punya aspirasi lebih baik daripada Anda.

 

Bergaullah dalam keseharian dengan mereka, atau bacalah buku-buku dan

biografi mereka. Kunjungilah situs atau blog mereka.

 

Orang yang kalah bergaul dengan orang yang kalah. Bukan hanya karena merasa

senasib sepenanggungan saja, tapi juga karena merasa tidak terancam *self

esteem*-nya, saat mereka membandingkan diri dengan orang lain.

 

Cintailah diri Anda apa adanya saat ini. Terimalah diri sebagaimana adanya

kini. Dengan begitu, Anda akan dapat menaikkan *self esteem* Anda. Dan

kemudian, Anda tidak lagi perlu merasa terancam atau membanding-bandingkan

diri dengan orang lain.

 

Pemenang itu percaya diri, dan orang yang kalah percaya dunia di sekitarnya.

 

Itulah petunjuk-petunjuk paling rahasia yang menjadi penentu kesuksesan

Anda. Dan sekarang, semuanya bukan rahasia lagi. Bagaimanakah caranya, agar

Anda bisa menggunakan semua petunjuk itu untuk meramalkan masa depan

kesuksesan Anda?

 

Luangkan waktu dua puluh menit, dan cari tahulah tentang hal-hal berikut

ini:

 

*Dengan siapa Anda bergaul?

Apa yang Anda lakukan dari hari ke hari?

Bagaimana cara Anda berbicara dan apa yang Anda katakan?

Apakah Anda bertanggungjawab atau menyalahkan?

Apakah Anda pantang menyerah?

Apakah Anda punya rencana?

Apakah Anda punya semangat untuk hidup dan menjalani rencana?

Apakah Anda bertindak dengan sengaja atau reaksional? dan

Bagaimana Anda menyikapi dan menjalani hidup ini?

 

Dua puluh menit kemudian, Anda akan mengetahui apakah Anda akan sukses atau

tidak. Anda, juga bisa meramalkan sukses atau tidaknya orang lain dengan

perangkat ini. Teman Anda, keluarga Anda, suami atau istri Anda, anak-anak

Anda, boss Anda, siapa saja.

 

Berita baiknya, untuk Anda sendiri, Anda tidak perlu memiliki semua

karakteristik seorang pemenang sejati. Anda hanya perlu merubah diri dan

mencoba mendekatinya semampu Anda.

 

Bagaimana dengan Saya? Ah, Saya mah baru belajar meramal nasib. hheee (Just Kidding)

 

 

Afiful Ikhwan

Trainer E.D.A.N.

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn

KOMPONEN–KOMPONEN KURIKULUM PENDIDIKAN

 

 

Oleh: Afiful Ikhwan

 

PENDAHULUAN

 

Pembicaraan seputar Islam dan pendidikan tetap menarik, terutama terkait dengan upaya membangunsumber daya manusia muslim. Dan sebagaimana dimaklumi bahwa dalam Islam belum terdapat rumusan tentang sistem pendidikan yang baku, melainkan hanya terdapat nilai-nilai moral dan etis yang seharusnya mewarisi sistem pendidikan tersebut. Sebagai contoh, nilai-nilai tersebut terlihat dalam ayat al Qur’an yang pertama kali turun, yaitu ayat 1 s.d. 5 surat al ‘Alaq:

 

إقرأ باسم ربّك الذى خلق. خلق اللإ نسان من علق. إقرأ وربّك الأكرم. الذى علّم بالقلم. علّم اللإنسان مالم يعلم (العلق: 1-5)

 

Artinya: “Bacalah dengan (mnyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”.

 

Pada ayat tersebut paling tidak terdapat 5 komponen pendidikan, yaitu guru (Allah), murid (Muhammad SAW), sarana dan prasarana (qalam), metode (iqra’), dan kurikulum.

 

Pendidikan jika dipandang sebagai suatu proses, maka proses tersebut akan berakhir pada tercapainya tujuan akhir pendidikan (Ghofir, 1993: 25), yang mana dinilai dan diyakini sebagai sesuatu yang paling ideal. Bagi Indonesia tujuan yang ideal itu dicapai melalui sebuah proses dan sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 Bab II pasal 3 (2003: 7) : Pendidikan nasional…bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

 

Pendidikan Islam sebagai sub sistem dari sistem pendidikan nasional yang mencita-citakan terwujudnya insan kamil atau orang Islam yang saleh ritual dan saleh sosial, secara implisit akan mencerminkan ciri kualitas manusia Indonesia seutuhnya sebagaimana yang digambarkan di atas (Fadjar, 1998: 30).

 

Akan tetapi kemudian realita di lapangan menunjukkan bahwa dunia pendidikan saat ini pada umumnya sangat dipengaruhi oleh pandangan hidup Barat yang antara lain bercorak ateistik, materialistik, dan skeptis. Sehingga kemudian yang terjadi adalah munculnya pola hidup yang bercorak materialistik, hedonistik, individualistik, pola hidup permissive, living together. Landasan filosofis pendidikan yang seperti ini harus segera diperbaiki agar sesuai dengan pandangan hidup Islami dan disesuaikan dengan nilai luhur budaya bangsa Indonesia (Abudin Nata, 2003: 179).

 


 

Sehingga sejalan dengan pandangan tersebut, bagaimana Islam sebagai ajaran yang universal dapat memberikan solusi bagi masalah-masalah nasional, terutama masalah pendidikan dengan berperan aktif dalam rangka membawa dan merawat perkembangan umat manusia.

 

Demikian strategisnya posisi dan peranan pendidikan, sehingga umat Islam senantiasa concern terhadap masalah tersebut. Sehingga banyak sekali bermunculan lembaga – lembaga pendidikan dengan berbagai macam program yang sampai hari ini masih berkibar, dalam rangka ikut serta mensukseskan pembangunan nsional di bidang pendidikan yang bermuara pada terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya.

 

Dalam rangka mencapai sebuah hasil yang dicita-citakan dalam dunia pendidikan yang dalam hal ini pendidikan Islam, perlu sebuah kejelasan konsep yang dikonstruksi dari sumber-sumber ajaran Islam, dengan tanpa meninggalkan rumusan para pakar pendidikan yang dianggap relevan yang kemudian konsep tersebut dituangkan dan dikembangkan dalam kurikulum pendidikan (Muhaimin, 1991: 10). Kurikulum merupakan faktor yang sangat penting dalam proses kependidikan dalam suatu Lembaga Pendidikan Islam (Arifin, 2003: 77). Dengan kurikulum akan tergambar secara jelas secara berencana bagaimana dan apa saja yang harus terjadi dalam pendidikan.

 

Kurikulum sebagai sebuah bangunan atau sistem, tidak bisa lepas dari berbagai komponen yang saling mendukung satu dengan lainnya. Dengan berbagai bagian tersebut akan menghasilkan sebuah bangunan dalam rangka mencapai sebuah titik akhir berupa tujuan yang dalam hal ini adalah tujuan pendidikan Islam.

 

KOMPONEN KURIKULUM PENDIDIKAN

 

Sebagaimana dimaklumi bahwa manusia atau binatang sebagai suatu organisme, memiliki susunan atau unsur-unsur anatomi tertentu, dimana yang satu dengan lainnya saling menopang. Demikian halnya dengan kurikulum pendidikan yang di dalamnya terdapat berbagai bagian yang saling mendukung dan membentuk satu kesatuan.  Nana Syaodih Sukmadinata (2002: 102) mengidentifikasi unsur atau komponen dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah : tujuan, isi atau materi, proses atau sistem penyampaian dan media, serta evaluasi, yang kempatnya berkaitan erat satu dengan lainnya.

 

Lain halnya dengan Tohari Musnamar sebagaimana dikutip Muhaimin (1991: 11), telah mengidentifikasikan dan merinci komponen – komponen yang dipertimbangkan dalam rangka pengembangan kurikulum yaitu: dasar dan tujuan pendidikan, pendidik, materi pendidikan, sistem penjenjangan, sistem penyampaian, sistem evaluasi, peserta didik, proses pelaksanaan (belajar mengajar), tindak lanjut, organisasi kurikulum, bimbingan dan konseling, administrasi pendidikan, sarana dan prasarana, usaha pengembangan, biaya pendidikan, dan lingkungan. Sementara itu Hasan Langgulung (2002: 100)membagi unsur kurikulum menjadi empat yaitu: tujuan pendidikan, isi atau kandungan pendidikan, metode pengajaran, dan metode penilaian. Sedangkan Akhmad Sudrajat mengidentifikasi  komponen kurikulum kepada lima komponen utama, yaitu : (1) tujuan; (2) materi; (3) strategi, pembelajaran; (4) organisasi kurikulum dan (5) evaluasi, dimana kelima komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan tidak bisa dipisahkan.

 

Setelah melihat komponen kurikulum yang dikemukanan para pakar tersebut, sebenarnya menurut Muhaimin (1991: 11-12) kurikulum dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu : pertama kelompok komponen-komponen dasar, kedua kelompok komponen-komponen pelaksanaan, ketiga kelompok-kelompok pelaksana dan pendukung kurikulum, dan keempat kelompok komponen usaha-usaha pengembangan.

 

Dalam pelakasanaannya, suatu kurikulum harus mempunyai relevansi atau kesesuaian. Kesesuaian tersebut paling tidak mencakup dua hal pokok. Pertama relevansi antara kurikulum dengan tuntutan, kebutuhan, kondisi serta perkembangan masyarakat. Kedua relevansi antara komponen-komponen kurikulum.

 

 

Komponen Dasar Kurikulum

 

Kelompok komponen-komponen dasar pendidikan, mencakup konsep dasar dan tujuan pendidikan, prinsip-prinsip kurikulum yang dianut, pola organisasi kurikulum, kriteria keberhasilan pendidikan, orientasi pendidikan, dan sistem evaluasi.

 

1.      Dasar dan Tujuan Pendidikan

 

Yang dimaksud sebagai konsep dasar dalam hal ini merupakan konsep dasar filosofis dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap tujuan pendidikan Islam itu sendiri. Dengan adanya dasar, maka pendidikan Islam akan tegak berdiri dan tidak mudah diombang ambingkan oleh pengaruh luar yang mau merobohkan atau mempengaruhinya. Kerna fungsinya tersebut, maka yang menjadi dasar tersebut harus sesuai dengan nilai-nilai filosofis yang dianut oleh masyarakat tertentu. Begitu pun dengan pendidikan Islam, maka pendidikan Islam mempunyai fundamen yang menjadi landasan tegak berdiri dalam prosesnya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

 

Berbicara dasar pendidikan Islam tidak bisa dilepaskan dari aliran filsafat pendidikan yang mendasari pendidikan yang diantaranya adalah aliran progresivisme, aliran esensialisme, aliran perenialisme, dan aliran rekonstruksionalisme.

 

Aliran progresivism menghendaki sebuah pendidikan yang pada hakekatnya progresif, tujuan pendidikan seyogyanya diartikan sebagai rekonstruksi pengalaman yang terus menerus, agar siswa sebagai peserta didik dapat berbuat sesuatu yang inteligen dan mampu mengadakan penyesuaian kembali sesuai tuntutan lingkungan. Essentialism menginginkan pendidikan yang bersendikan atas nilai yang tinggi, yang hakiki kedudukannya dalam kebudayaan, dan nilai-nilai tersebut hendaknya yang sampai kepada manusia melalui civilisasi dan telah teruji oleh waktu. Pendidikan bertugas sebagai perantara atau pembawa nilai di luar ke dalam jiwa peserta didik, sehingga ia perlu dilatih agar punya kemampuan absorbsi yang tinggi (Muhaimin, 2003: 41).

 

Sedangkan perenialism menghendaki pendidikan kembali pada jiwa yang menguasai abad pertengahan, karena ia merupakan jiwa yang menuntun manusia hingga dapat dimengerti adanya tatanan kehidupan yang ditentukan secara rasional. Dan rekonstruksionalism menginginkan pendidikan yang membangkitkan kemampuan peserta didik untuk secara konstruktif menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan dan perkembangan masyarakat sebagai dampak dari ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga peserta didik tetap berada dalam suasana bebas (Imam Barnadib, 1987: 26). Akan tetapi kemudian yang menjadi sebuah pertanyaan, di antara empat aliran tersebut, mana yang secara ideal bisa dijadikan dasar filosofis pendidikan Islam?

 

Yang jelas adalah bahwa konsep pendidikan Islam berbeda dengan pendidikan Barat. Pendidikan Islam dalam hal ini sangat memerlukan intervensi wahyu dalam menjawab masalah pendidikan. Sementara pendidikan Barat lebih menonjolkan dan mengagungkan rasio, lewat para pakarnya, tanpa konsultasi dengan wahyu (Muhaimin, 1991: 18).

 

Namun yang perlu dimengerti bahwa ketika pendidikan Islam dihadapkan pada problem dasar pendidikannya, maka menurut Naquib al Attas dan al Jamaly cenderung kearah progresivisme dan perenialisme/essensialisme (Muhaimin, 2003: 28). Sementara bagi Muhaimin dapat dikatakan bahwa konsep dasar filosofis pengembangan kurikulum pendidikan Islam dilandasi oleh paduan dari progresivisme dan essensialisme plus. Progresivisme plus berarti bahwa pengembangan kurikulum pendidikan Islam menempatkan anak didik sebagai individu yang mempunyai berbagai potensi sebagai anugerah Allah dalam rangka meraih kebahagiaan hidupnya. Dalam rangka meraih itu diperlukanm terobosan dan gagasan yang handal dalam rangka memnuhi tuntutan jaman. Tetapi kemudian tak dapat dipungkiri bahwa terobosan tersebut sering sangat peka dan sangat rentan. Sehingga dalam hal ini diperlukan kendali berupa esensi-esensi berupa nilai–nilai ilahi serta insani yang bersumber dari Allah dan rasul-Nya. Sehingga di sinilah essensialisme plus mengambil perannya (Muhaimin, 1991: 22-23).

 

Sementara itu tujuan pendidikan merupakan landasan bagi pemilihan materi serta strategi penyampaian materi terseburt. Tujuan akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen lainnya. Tujuan pendidikan harus berorientasi pada pada hakekat pendidikan yang meliputi beberapa aspek, antara lain: tujuan dan tugas hidup manusia, memperlihatkan sifat-sifat dasar (nature) manusia, tuntutan masyarakat, serta dimensi-dimensi kehiduapn ideal Islam (Fu’adi, 2003: 428-429). Dengan memperhatikan hakekat pendidikan Islam tersebut, akan didapatkan sebuah gambaran bagaimanakah seharusnya suatu suatu tujuan pendidikan dirumuskan, agar tujuan pendidikan benar-benar cocok untuk direalisasikan.

 

Mengingat pentingnya pendidikan bagi manusia, hampir di setiap negara telah mewajibkan para warganya untuk mengikuti kegiatan pendidikan, melalui berbagai ragam teknis penyelenggaraannya, yang disesuaikan dengan falsafah negara, keadaan sosial-politik kemampuan sumber daya dan keadaan lingkungannya masing-masing. Kendati demikian, dalam hal menentukan tujuan pendidikan pada dasarnya memiliki esensi yang sama. Menurut Hummel, seperti dikutip Akhmad Sudrajat, tujuan pendidikan secara universal akan menjangkau tiga jenis nilai utama yaitu:

 

1.      Autonomy; gives individuals and groups the maximum awarenes, knowledge, and ability so that they can manage their personal and collective life to the greatest possible extent.

 

2.      Equity; enable all citizens to participate in cultural and economic life by coverring them an equal basic education.

 

3.      Survival ; permit every nation to transmit and enrich its cultural heritage over the generation but also guide education towards mutual understanding and towards what has become a worldwide realization of common destiny.)

 

Dalam perspektif pendidikan nasional, tujuan pendidikan nasional dapat dilihat secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistrm Pendidikan Nasional, bahwa : ” Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Tujuan pendidikan nasional yang merupakan pendidikan pada tataran makroskopik, selanjutnya dijabarkan ke dalam tujuan institusional yaitu tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap jenis maupun jenjang sekolah atau satuan pendidikan tertentu.

 

Sementara itu, terkait dengan tujuan pendidikan Islam, menurut Hasan Langgulung sebagaimana dikutip Maksum pada dasarnya adalah tujuan hidup manusia itu sendiri, sebagaimana tersirat dalam Q.S. al Dzariyat ayat 51 :

 

وما خلقت الجنّ والإنس إلاّ ليعبدون ( الذاريات : 51)

 

Artinya : “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembahku”.

 

 Bagi Langgulung tugas pendidikan adalah memelihara kehidupan manusia (Maksum, 1999: 45). Selain itu masih banyak para pakar yang memberikan rumusan tentang tujuan pendidikan Islam seperti: Imam al Ghazali, Alamsyah Ratu Prawiranegara, Moh. Athiyah al Abrosyi, Abdurrahman  Nahlawy, Moh. Said Ramdhan El Buthi, Zakiyah Daradjat, dan lainnya.

 

Namun dari rumusan para pakar tersebut, sebenarnya bisa ditegaskan bahwa tujuan pendidikan Islam bila ditinjau dari cakupannya dibagi menjadi tiga yaitu (1) dimensi imanitas, (2) dimensi jiwa dan pandangan hidup Islami (3) dimensi kemajuan yang peka terhadap perkebmangan IPTEK serta perubahan yang ada. Sedangkan bila dilihat dari segi kebutuhan ada dimensi individual dan dimensi sosial (Muhaimin, 1991: 30).

 

 

2.      Prinsip Kurikulum Pendidikan Islam

 

 Prinsip pendidikan Islam merupakan kaidah sebagai landasan supaya kurikulum pendidikan sesuai dengan harapan semua pihak. Dalam hal ini Winarno Suracmad sebagaimana dikutip Abdul Ghofir (1993: 31) mengemukakan prinsip kurikulum pendidikan yaitu relevansi, efektivitas, efisiensi, fleksibilits, dan kesinambungan. Nana Syaodih S. (2002: 150-151) menerangkan bahwa prinsip umum kurikulum adalah prinspi relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, praktis, dan efektifitas.

 

Sementara itu al Syaibani menyatakan bahwa prinsip umum yang menjadi dasar kurikulum pendidikan Islam adalah : pertautan sempurna dengan agama, prinsip universal, keseimbangan antara tujuan dan isi kurikulum, keterkaitan dengan segala aspek pendidikan, mengakui adanya perbedaan (fleksibel), prinsip perkembangan dan perubahan yang selaras dengan kemaslahatan, dan prinsip pertautan antara semua elemen kurikulum (Muhaimin, 1991: 39-40).

 

3.      Pola organisasi kurikulum pendidikan Islam

 

Organisasi kurikulum di sini merupakan kerangka umum program pendidikan yang akan disampaikan kepada siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Beberapa jenis organisasi kurikulum tersebut antara lain subject curriculum merupakan kurikulum yang direncanakan berdasarkan disiplin akademik sebagai titik tolak mencapai ilmu pengetahuan (Abdul Manab, 1995: 24), correlated curriculum yang mencoba mengadakan integrasi dalam pengetahuan peserta didik, integrated curriculum yang mencoba menghilangkan batas-batas antara berbagai mata pelajaran, core curriculum dan lainnya.

 

Pada dasarnya semua pola organisasi tersebut baik, namun paling tidak dari yang baik tersebut bisa diambil yang paling baik. Yang jelas bahwa kurikulum pendidikan Islam harus integratif, atau setidak-tidaknya korelatif, yang tidak memisahkan antara ilmu pengetahuan dengan wawasan keagamaan.

 

Namun yang perlu dimengerti bahwa beragamnya pandangan yang mendasari pengembangan kurikulum memunculkan terjadinya keragaman dalam mengorgansiasikan kurikulum. Dari pandangan tersebut, setidaknya terdapat enam ragam pengorganisasian kurikulum, yaitu:

 

   1. Mata pelajaran terpisah (isolated subject); kurikulum terdiri dari sejumlah mata pelajaran yang terpisah-pisah, yang diajarkan sendiri-sendiri tanpa ada hubungan dengan mata pelajaran lainnya. Masing-masing diberikan pada waktu tertentu dan tidak mempertimbangkan minat, kebutuhan, dan kemampuan peserta didik, semua materi diberikan sama

   2. Mata pelajaran berkorelasi; korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahan-kelemahan sebagai akibat pemisahan mata pelajaran. Prosedur yang ditempuh adalah menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna memudahkan peserta didik memahami pelajaran tertentu.

   3. Bidang studi (broad field); yaitu organisasi kurikulum yang berupa pengumpulan beberapa mata pelajaran yang sejenis serta memiliki ciri-ciri yang sama dan dikorelasikan (difungsikan) dalam satu bidang pengajaran. Salah satu mata pelajaran dapat dijadikan “core subject”, dan mata pelajaran lainnya dikorelasikan dengan core tersebut.

   4. Program yang berpusat pada anak (child centered), yaitu program kurikulum yang menitikberatkan pada kegiatan-kegiatan peserta didik, bukan pada mata pelajaran.

   5. Inti Masalah (core program), yaitu suatu program yang berupa unit-unit masalah, dimana masalah-masalah diambil dari suatu mata pelajaran tertentu, dan mata pelajaran lainnya diberikan melalui kegiatan-kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalahnya. Mata pelajaran-mata pelajaran yang menjadi pisau analisisnya diberikan secara terintegrasi.

   6. Ecletic Program, yaitu suatu program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum yang terpusat pada mata pelajaran dan peserta didik.

 

Berkenaan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), kalau ditinjau dalam perspektif madrasah/sekolah, tampaknya lebih cenderung menggunakan pengorganisasian yang bersifat eklektik, yang terbagi ke dalam lima kelompok mata pelajaran, yaitu : (1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; (2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; (3) kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; (4) kelompok mata pelajaran estetika; dan (5) kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

 

Kelompok-kelompok mata pelajaran tersebut selanjutnya dijabarkan lagi ke dalam sejumlah mata pelajaran tertentu, yang disesuaikan dengan jenjang dan jenis sekolah. Di samping itu, untuk memenuhi kebutuhan lokal disediakan mata pelajaran muatan lokal serta untuk kepentingan penyaluran bakat dan minat peserta didik disediakan kegiatan pengembangan diri.

 

4.      Orientasi Pendidikan

 

Orientasi pendidikan perlu dipertimbangkan dalam rangka perumusan kurikulum pendidikan.  Dengan orientasi pendidikan akan dapat diambil sebuah kebijakan dalam rangka memproduk out put pendidikan sesuai yang diinginkan. Dari berbagai pendapat tokoh pendidikan, dapat ditemukan beberapa orientasi pendidikan antara lain: berorientasi pada peserta didik, pada social-demend, pada tenaga kerja, berorientasi masa depan dan perkembangan IPTEK, dan berorientsai pada pelestarian nilai-nilai insani dan ilahi.

 

5.      Sistem Evaluasi Pendidikan Islam

 

Sistem evaluasi pendidikan dimaksudkan dalam rangka memenuhi kebutuhan psikologis, didaktis, serta administrasi atau manajerial.

 

Dalam evaluasi pendidikan harus diperhatikan beberapa hal yaitu: bahwa evaluasi harus bermuara pada tujuan, dilaksanakan secara obyektif, komprehensif dan harus dilakukan secara kontinyu.

 

Menurut Muhaimin (1991: 87-88) ada satu ciri khas dari sistem evaluasi pendidikan yang Islami, yaitu self-evaluation disamping tetap adanya evaluasi kegiatan belajar peserta didik. Evaluasi semacam ini menjadi penting karena sebagai sosok social being dalam kenyataannya ia tak bisa hidup (lahir dan proses dibesarkan) tanpa bantuan orang lain.

 

Komponen Pelaksanaan

 

Kelompok komponen-komponen pelaksanaan pendidikan, mencakup materi pendidikan, sistem penjenjangan, sistem penyampaian, proses pelaksanaan, dan pemanfaatan lingkungan.

 

1.      Materi pendidikan

 

Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Sebagai perantara mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan, diperlukan bahan ajar atau materi pendidikan. Materi pendidikan tersusun atas topik-topik dan sub topik tertentu.

 

Kenyataan menunjukkan bahwa banyak sekali tuntutan yang harus dipenuhi lembaga pendidikan pada umumnya, begitu pula Islam, sedangkan waktu yang tersedia terbatas. Sehingga dalam hal ini, menjadi penting menyeleksi materi pendidikan.

 

Dalam rangka memilih materi pendidikan, Hilda Taba mengemukakan beberapa kriteria diantaranya: (1) harus valid dan signifikan, (2) harus berpegang pada realitas sosial, (3) kedalam dan keluasannya harus seimbang, (4) menjangkau tujuan yang luas, (5) dapat dipelajari dan disesuaikan dengan pengalaman siswa, dan (6) harus dapat memenuhi kebutuhan dan menarik minat peserta didik (Ghofir, 1993: 37-38).

 

Islam dengan Al Qur’annya menurut Abdurrahman Saleh Abdullah dipandang sebagai landasan pendidikan Islam yang prinsipnya hendak menyatukan mata pelajaran yang bermacam-macam. Tidak ada klasifikasi mata pelajaran umum dan agama, dimana semua materi termasuk ilmu alam harus diajarkan menurut pandangan Islam.

 

Untuk mencapai materi pendidikan seperti yang diinginkan ini, paling tidak yang perlu diperhatikan dalam rangka pengembangannya adalah jenis materi, ruang lingkup materi, klasifikasi materi, sekuensi materi, serta sumber acuannya.

 

2.      Sistem Penyampaian

 

Sistem penyampaian merupakan sistem atau strategi yang digunakan dalam menyampaikan materi pendidikan yang telah dirumuskan. Sistem penyampaian ini paling minim berkaitan dengan metode yang digunakan dalam menyampaikan materi, serta pendekatan pembelajaran. Ketika guru menyusun materi pendidikan, secara otomatis ia juga harus memikirkan strategi yang sesuai untuk menyajikan materi pendidikan tersebut.

 

Sementara itu Muhaimin (2003: 184) mengidentifikasi bahwa sistem pengampaian ini mencakup beberapa hal pokok, yaitu: strategi dan pendekatannya, metode pengajarannya, pengaturan kelas, serta pemanfaatan media pendidikan.

 

Metode misalnya, ia ikut menentukan efektif atau tidaknya proses pencapaian tujuan pendidikan. Semakin tepat metode yang digunakan, akan semakin efektif proses pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Sehingga dalam hal ini terlihat betapa pentingnya pengetahuan tentang metode bagi seorang guru. Bagi Ahmad Tafsir, pengetahuan tentang metode mengajar yang terpenting adalah pengetahuan tentang cara menyusun urutan kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan (Tafsir, 1999: 34).

 

3.      Proses belajar mengajar (pelaksanaan)

 

Proses pelaksanaan belajar mengajar dalam pendidikan Islam secara umum dilaksanakan dengan lebih banyak mengacu kepada bagaimana seorang peserta didik belajar selain kepada apa yang dipelajari. Sehingga memungkinkan terjadinya interaksi antara peserta didik dengan guru, sesama peserta didik, dan peserta didik dengan lingkungannya.

 

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan belajar mengajar antara lain adalah pola atau pendekatan belajar-mengajar yang digunakan, intensitas dan frekuensinya, model interaksi pendidik-peserta didik , dan / atau  antar peserta didik di dalam dan di luar kegiatan belajar mengajar, serta pengelolaan kelas, serta penciptaan suasana betah di sekolah.

 

4.      Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar

 

Dalam pendidikan Islam, sangat diperlukan adanya pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Lingkungan tersebut bisa lingkungan sekolah maupun luar sekolah dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Kalau di lingkungan sekolah, siswa dapat belajar dari guru dan sesama temannya, maka di lingkungan luar sekolah juga demikian halnya.

 

Pemanfaatan  lingkungan masyarakat sebagai sumber belajar bisa dilakukan dengan cara: melakukan kerja sama dengan orang tua murid, membawa sumber dari luar ke dalam kelas, membawa siswa ke masyarakat, dan sebagainya.

 

Komponen Pelaksana dan pendukung kurikulum

 

1.      Komponen pendidik

 

Dalam perspektif pendidikan Islam, seorang guru biasa disebut sebagai ustadz, mu’allim, murabby, mursyid,mudarris, dan mu’addib (Muhaimin, 2003: 209-213). Sebagai ustadz, ia dituntut untuk komitmen terhadap profesionalisme dalam mengemban tugasnya yaitu menyiapkan generasi penerus yang akan hidup pada zamannya di masa depan. Sebagai mu’allim ia dituntut mampu mengajarkan kandungan ilmu pengetahuan dan al hikmah atau kebijakan dan kemahiran melaksanakan ilmu pengetahuan itu dalam kehidupan yang mendatangkan manfaat dan semaksimal mungkin menjauhi madlarat. Sebagai murabby, guru dituntut menyiapkan peserta didik agar mampu berkreasi, sekaligus mengatur dan memelihara hasil kreasinya agar tidak menimbulkan malapetaka bagi dirinya, masyarakat, dan alam sekitarnya. Guru sebagai mursyid dituntut menularkan penghayatan (transinternalisasi) akhlaq dan/atau kepribadiannya pada peserta didik, baik itu berupa etos ibadah, etos kerja, etos belajar, maupun dedikasinya, atau dalam pengertian yang lebih semple seorang guru harus merupakan “model” atau pusat anutan, teladan bagi peserta didik. Sementara sebagai mudarris guru bertugas mencerdaskan peserta didiknya, menghilangkan ketidaktahuan atau memberantas kebodohan mereka, serta melatih ketrampilan peserta didik sesuai bakat, minat, dan kemampuannya. Sebagai mu’addib, seorang guru memliki peran dan fungsi untuk membangun peradaban (civilization) yang berkualitas di masa yang akan datang.

 

Sedangkan dalam perspektif humanisme religius, secara konvensional guru paling tidak harus memiliki tiga kualifikasi dasar, yaitu menguasai materi, antusiasme, dan penuh kasih sayang (loving) dalam mengajar dan mendidik (Abdurrahman Mas’ud, 2002: 194).

 

Dilihat dari segi aktualisasinya, pendidikan merupakan proses interaksi antara guru (pendidik) dengan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Pekerjaan mendidik merupakan pekerjaan profesional, sehingga guru sebagai pelaku utama pendidikan merupakan pendidik profesional. Peranan guru sebagai pendidik profesional akhir-akhir ini dipertanyakan eksistensinya, akibat munculnya serangkaian fenomenalulusan pendidikan yang secara moral cenderung merosot dan secara intelektual akademik juga kurang siap memasuki lapangan kerja (Abuddin Nata, 2003: 136).

 

Kalau fenomena tersebut benar adanya, maka baik langsung maupun tidak langsung akan terkait dengan peranan guru sebagai pendidik profesional. Sehingga sejalan dengan hal tersebut terkait dengan masalah pendidik sebagai komponen kurikulum  pendidikan, perlu diperhatikan beberapa hal yaitu: kode etik guru/pendidik, kualifikasinya, pengembangan tenaga pendidik, placement, imbalan atas kesejahteraan, dan sebagainya.

 

2.      Peserta didik

 

Banyak sebutan di sekitar kita mengenai peserta didik ini. Ada yang menyebut murid, siswa, santri, anak didik dan berbagai sebutan lainnya. Murid misalnya, secara terminologi dapat diartikan sebagai orang yang sungguh-sungguh mencari ilmu dengan mendatangu guru. Sedangkan dalam pendidikan Islam, ketika dihadapkan pada orang yang meguru kepada seorang guru, maka melahirkan konsep “santri kelana”. Istilah santri kalau berasal dari kata cantrik lebih pas dengan pendidikan Islam. Karena di padepokan, seorang cantrik pasti patuh pada sang guru.

 

Dalam pendidikan Islam, beberapa hal yang perlu dikembangkan terkait dengan komponen peserta didik (input) antara lain adalah persyaratan penerimaan (rekrutmen) siswa baru. Selain itu juga perlu diperhatikan mengenai rumusan tentang kualitas output peserta didik yang diinginkan, akan dibawa ke mana anak didiknya harus secara jelas dan tegas dirumuskan.

 

Kemudian yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah jumlah peserta didik yang diinginkan, karena ini akan berkaitan erat dengan kapasitas sarana pendidikan yang dimiliki oleh sebuah lembaga pendidikan Islam. Dan tak kalah pentingnya adalah latar belakang peserta didik, baik itu mengenai pendidikannya, sosialnya, budayanya, pengalaman hidupnya, potensi, minat, bakat, dan lainnya.

 

3.      Komponen bimbingan dan konseling

 

Bimbingan dan penyuluhan adalah terjemahan dari bahasa Inggris guidance  (bimbingan) dan counseling (penyuluhan). Bimbingan mengandung pengertian proses pemberianbantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu dapat memahami dirinya sehingga sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat (Natawidjaja, 1987: 7). Sedangkan konseling merupakan bantuan yang diberikan kepada klien dalam memecahkan masalah kehidupan dengan wawancara face to face atau yang sesuai dengan keadaan klien yang dihadapi untuk mencapai kesejahteraan hidupnya (Sukardi, 2003: 67).

 

Sedangkan bimbingan dan konseling dalam pendidikan Islam merupakan proses pengajaran dan pembelajaran psikososial yang berlaku dalam bentuk tatap muka antara konselor dengan peserta didik, dalam rangka antara lain memperkembangkan pengertian dan pemahaman pada diri siswa untuk mencapai kemajuan di sekolah. Pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam pendidikan akan efektif dan berhasil apabila dilaksanakan atau dilakukan oleh suatu tim kerja (team work). Kemudian tim kerja inilah kemudian yang akan menyusun program perencanaan kegiatan bimbingan dan konseling di lembaga pendidikan.

 

Program perencanaan kegiatan bimbingan dan konseling perlu disusun agar upaya kegiatan layanan bimbingan di sekolah benar-benar berdaya guna dan berhasil guna, serta mengena pada sasarannya sebagai sarana pencapaian tujuan pendidikan (Sukardi, 2003: 7).

 

Selain itu dalam kegiatan bimbingan dan konseling perlu diperhatikan pula strategi pendekatannya, jenis program dan layanannya, proses layanan serta termasuk di dalamnya teknik bimbingan dan konselingnya.

 

Selain komponen tersebut sebagai bagian dari komponen pelaksana dan pendukung, masih ada komponen lain diantaranya: administrasi pendidikan (manajemen kelembagaannya, ketenagaannya, hubungan dengan orang tua dan masyarakat, ketatausahaan, serta manajemen informasi), sarana dan prasarana (buku teks, perpustakaan, laboratorium, perlengkapan sekolah, media pendidikan, serta gedung sekolah), dan biaya pendidikan (sumber biaya dan alokasinya, perencanaan penggunaan biaya, serta sistem pertanggungjawaban keuangan dan pengawasannya) (Muhaimin, 2003: 186-187).

 

Komponen Usaha-Usaha Pengembangan

 

Usaha pengembangan yang dimaksudkan di sini adalah usaha pengembangan ketiga kelompok komponen kurikulum di atas dengan berbagai unsurnya dalam rangka memperbaiki bangunan sistem tersebut.

 

Realisasi dari adanya usaha pengembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya evaluasi dan inovasi kurikulum; adanya penelitian terhadap efektifitas dan kualitas kurikulum yang sedang berjalan; adanya perencanaan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang; adanya seminar, diskusi, simposium, lokakarya, dsb.; adanya penerbitan-penerbitan; munculnya peranan dan partisipasi komite sekolah; dan terjalinnya keja sama dengan lembaga–lembaga lain baik yang berada di dalam maupun di luar negeri dalam rangka pengembangan kurikulum tersebut.

 

 

DAFTAR RUJUKAN

 

Abdul Ghofir dan Muhaimin, Pengenalan Kurikulum Madrasah,  Solo, Ramadhani, 1993

 

Abdul Manab, Pengembangan Kurikulum, Tulungagung, Kopma IAIN Sunan Ampel, 1995

 

Abdurrahman Mas’ud, Menggagas Format Pendidikan Nondikotomik, Yogyakarta, Gama Media. 2002

 

Abuddin Nata, Manajemen Pendidikan : Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta, Prenada Media, 2003

 

Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Bandung, Remaja Rosdakarya, 1999

 

Akhmad Sudrajat, Komponen-Komponen Kurikulum,  http://akhmadsudrajat.wordpress.com/ bahan-ajar/komponen-komponen-kurikulum/, diakses tanggal 17 Januari 2008

 

Akhyak (ed.), Meniti Jalan Pendidikan Islam, Yogyakarta, Pustaka Pelajar. 2003

 

Dewa Ketut Sukardi, Manajemen Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Bandung: Alfabeta, 2003

 

Hasan Langgulung, Peralihan Paradigma Pendidikan Islam dan Sains Sosial, Jakarta, Gaya Media Pratama, 2002

 

H.M. Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta, Bumi Aksara, 2003

 

Imam Barnadib, Filsafat Pendidikan (Sistem dan Metode), Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2004

 

Maksum, Madrasah: Sejarah dan Perkembangannya, Jakarta, Logos, 1999

 

Malik Fadjar, Visi Pembaruan Pendidikan Islam, Jakarta, LP3NI, 1998

 

Muhaimin, Konsep Pendidikan Islam : Sebuah Telaah Komponen dasar Kurikulum, Solo, Ramadhani, 1991

 

——–, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2003

 

Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek, Bandung, Remaja Rosdakarya, 2002

 

Rachman Natawidjaja, Pendekatan-Pendekatan dalam Penyluhan Kelompok, Bandung, Diponegoro. 1987

 

Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bandung, Citra Umbara, 2003

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn

Mengganti Logo Domain Blogger.com

Pernah lihat logo para blogger yang memakai logo sendiri (default logo blogger.com mirip huruf B)??? Lama-lama jadi pingin juga ganti logo pakai image buatan sendiri, jadi sekarang kubuat logo atau gambar dengan ukuran width : 20px dan height : 20px, simpan dengan format gif.

 

Kemudian upload photo/gambar yang sudah diedit tadi ke situs penyimpan gambar. Supaya ga usah daftar lagi gunakan aja yang punya google, picasaweb.google.com tinggal masukkan ID Email dan sandi gmail.

Atau bisa juga disimpan di photobucket.com dan yang lainnya.

Copy / ambil kode link gambar yang sudah anda upload

(misal : http://lh5.ggpht.com/_ug159Z2LmFI/SkxWBsFi9ZI/AAAAAAAAAEY/h-4Ldv8G_v4/s800/bendera%20indonesia.gif )

 

Panduan Mengganti Icon Blog Di Address Bar

  • Untuk mengganti icon di address bar langkah pertama yang harus anda lakukan adalah Login ke Blogger
  • Setelah itu klik menu Layout atau Tata letak
  • Kemudian klik menu Edit HTML
  • Silahkan temukan kode ini
  • Setelah itu kode nya sudah di temukan silakan taroh kode icon di bawahnya. atau Cari kode html berikut di template blog anda :

 

(untuk lebih cepat gunakan ctrl F saat mencari di Edit HTML blog anda)
Copykan kode berikut diantara kedua kode diatas :

 

 

 

 

Tulisan yang tercetak tebal dan berwarna biru diatas adalah alamat file gambar yang tadi sudah anda upload, ganti dengan kode gambar anda.

Untuk jelasnya hasil copy paste seperti dibawah ini :

lalu tinggal simpan template anda (SAVE)
dan lihat hasilnya
>>>> Logo Blog anda sudah ganti….
Selamat Mencoba.

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn

Cara Share Otomatis ke Facebook dan Twitter

 
 
 

Al-hamdulillah … akhirnya bisa mampir n posting lagi di blog yang satu ini setelah lama ditinggal, karena akhir-akhir ini sibuk dengan tugas akhir kuliah strata 2 saya, dah lama nganggur nih..dr dunia bloger ternyata banyak yg lupa… :) lol… malah curhat….. ok lanjut.. Sebagian besar pengguna internet terhubung dengan facebook, anda bisa cek di alexa.com, facebook menduduki peringkat kedua dan hanya kalah satu peringkat dari google, oleh karena itu tidak berlebihan kalau saya katakan bahwa facebook merupakan bagian dari segalanya.

 

Terus terang saya juga bloger baru, blog saya yang pertama ya seputar pendidikan saja. Tapi mudah-mudahan saya sudah siap untuk melahirkan ide-ide baru dan berbagi ilmu dengan membuat Tutorial alakadarnya. Untuk jawara-jawara bloger yang sudah sabuk hitam kalo kebetulan mampir kesini tolong koreksinya ya… :) .

 

Kembali ke Tema Utama yaitu Cara Share Otomatis ke Facebook dan twitter.

 

Ikuti langkah sederhana berikut :

 

Kunjungi situs ini app.dlvr.it Kemudian Sign Up, Masukan alamat email anda dan masukan password kemudian klik Sign Up.

 

Buka email anda lalu klik link yang diberikan dari app.dlvt.it.com, maka anda akan dibawa ke halaman seperti ini:

Keterangan gambar :

  • Masukan Feed URL blog anda (Ingat! Bukan URL blog anda tapi Feed URL blog anda)
  • Klik next lalu klik logo Facebook (nantinya anda juga bisa menambah akun twitter anda)

Kemudian akan muncul halaman seperti ini:

 

Keterangan Gambar:

  • pilih akun personal profil anda lalu klik continue

Berikutnya akan muncul halaman seperti ini:

 

 

Keterangan Gambar:

  • Klik "ok" lalu klik "paused" agar berubah menjadi "aktive"

Selamat ! Sekarang setiap anda posting baru maka postingan anda akan otomatis share ke halaman profil facebook anda. Anda juga bisa menambah blog, dan menambah tujuan share ke akun facebook yang lain maupun akun twitter anda. Lihat gambar di bawah ini:

 

Gambar di atas adalah contoh gambar yang belum ditambahkan Source(blog) dan Destination (Facebook dan twitter). Sedangkan gambar dibawah ini adalah contoh yang sudah ditambahkan:

 

 

 

Semoga bermanfa'at ^_^

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn

3 KESALAHAN PENJUAL

by Josua Iwan Wahyudi – EQ Master Trainer Indonesia

 

Saya jelas tidak dilahirkan sebagai seorang penjual.

Tapi akhirnya saya mengerti bahwa menjual itu tidak melulu mengandalkan pandai bicara. Ternyata ada banyak kegiatan menjual yang bisa kita lakukan. Beberapa orang memang dilahirkan dengan bakat alami untuk mampu “berjualan” kapanpun dan dimanapun tanpa membuat seseorang merasa sedang diminta untuk membeli.

 

Namun, bagi orang-orang seperti saya yang tidak lahir dengan bakat seperti itu, berjualan menjadi sesuatu yang harus dipelajari. Bersyukurnya, memang kemampuan itu BISA dipelajari!

 

Sepanjang perjalanan kehidupan saya dan pengalaman di dunia profesional, saya pun juga menemukan banyak orang-orang seperti saya (yang lahir tanpa bakat menjual), namun entah terpaksa entah sukarela, memilih jalur karir sebagai penjual. Apakah karir itu sebagai salesman, marketer, di bagian promosi, maupun copywriter.


 

 

Seringkali ketika melihat orang-orang ini “beraksi”, saya bagaikan melihat diri saya sendiri. Jelas-jelas melakukan teknik penjualan yang “kasar” dan “old fashion” yang mayoritas berakhir pada sales rejection (just like me before). Walaupun memang ada hasilnya juga dan bisa menghasilkan pembelian, namun seringkali penolakan calon pembeli menyayat beberapa bagian dalam rasa berharga kita. Well, siapa sih yang mau ditolak orang?

 

Saya pun juga pernah mengalami bagaimana menjadi orang yang bukan diri-sendiri dan dengan “jayus”nya memaksa berjualan demi sesuap nasi (dan segenggam berlian juga!). Kadang berhasil, seringkali gagal.

 

Kenyataan itu makin membuktikan betapa bahwa saya memang tidak dilahirkan sebagai penjual. Saya pikir waktu itu mungkin saya harus selamanya menjadi orang di balik layar yang hanya bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa tanpa bisa menjualnya.

 

Namun, beruntunglah saya segera tahu bahwa kemampuan berjualan pun BISA dipelajari. Bukankah pepatah mengatakan dimana ada kemauan disitu ada jalan? Maka saya pun mulai mempelajari dunia marketing dan penjualan. Dan salah satu ilmu yang sangat menggetarkan hati saya adalah teknik SUBCONCIOUS SELLING atau nama populernya disebut dengan HypnoSelling.

 

Tunggu dulu… Jangan buru-buru berpikir bahwa ini adalah teknik untuk “mengguna-gunai” atau “menggendam” orang lain agar membeli barang kita dengan tidak sadar. Justru kebalikannya! Ilmu ini mengajarkan seseorang untuk menjual dengan sangat masuk akal, diterima oleh klien, dan mengarahkan terjadinya pembelian dengan sesadar-sadarnya.

 

Ijinkan kali ini saya sharing sedikit fundamental dari teknik Hypnoselling ini. Sedikitnya ada 3 alasan kenapa sebuah penjualan berakhir dengan kegagalan (penolakan) dan 3 alasan ini pula yang menjadi alasan terjadinya pembelian. Apakah 3 alasan itu?

 

1. Mengapa?

Syarat utama seseorang bisa membeli produk Anda, ia harus tahu untuk apa ia membeli. Saya selalu berkata “tidak ada yang tidak bisa dijual!” asalkan Anda menemukan orang yang tepat dan alasan yang tepat mengapa ia harus membeli. Kebanyakan para penjual tidak memberikan alasan yang cukup kuat dan hanya sekedar menjual semua kelebihan-kelebihan produknya. Jika kelebihan itu tidak menjadi alasan untuk membeli, maka kelebihan itupun menjadi sia-sia.

 

2. Siapa?

Apakah Anda sudah menjadi sosok yang cukup “hipnotik” bagi calon pembeli? Bayangkan, Anda ingin membeli sebuah komputer. Di toko pertama Anda berhadapan dengan karyawan yang tidak tahu apa-apa tentang spesifikasi komputer. Anda mengajukan list dan dia bengong apa itu. Sementara di toko kedua, Anda berhadapan dengan ownernya sendiri yang bisa menjelaskan panjang lebar tentang spesifikasi Anda, bahkan memberikan saran dan rekomendasi agar pembelian Anda lebih baik dan efektif! Meski harga toko kedua sedikit lebih mahal, Anda tentu akan pilih membeli di toko kedua bukan?

 

3. Bagaimana?

Sebelum Anda meminta tangan seseorang (atau isi dompetnya!), Anda harus lebih dulu mendapatkan hatinya. Saya sendiri sudah terlalu banyak bertemu dengan para penjual yang terlalu “to the point” berjualan. Dan saya sangat terganggu dengan penjual-penjual seperti ini. Meski mungkin produknya bagus, namun saya sudah terlanjur menutup hati karena cara dia berjualan yang terlalu kasar. Seharusnya sebagai penjual, kita menguasai teknik-teknik komunikasi dan persuasi agar bagaimana dalam 5 menit pertama kita bisa langsung mendapatkan hati calon pembeli kita. Bukankah ada iklan berkata, “kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda?”

 

3 kesalahan fundamental ini yang sering menjadi jebakan bagi para penjual. Namun jangan kawatir, karena tidak pernah ada kata terlambat. Anda masih bisa belajar dan meng’upgrade’ ilmu berjualan Anda. Bahkan masih banyak teknik berjualan tanpa Anda harus bertatap muka lebih dahulu. Dalam dunia yang serba modern ini, Anda benar-benar BISA menjual APAPUN!

 

Saya yakin Anda juga bisa menjadi seperti saya. Kalau saya berhasil meningkatkan penjualan untuk usaha saya, maka Anda pun juga bisa!!

Berdagang, Berjualan adalah juga usaha Rasulullah SAW.

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn

Duta Business School – INFO CRO: PLAN B DBS

Oleh: Afiful Ikhwan, S.Pd.I

Setelah selama hampir 4 tahun DBS memberikan kepada mitra-mitranya sebuah peluang kerja dan berpenghasilan dengan sistem marketing CRP, kini DBS kembali hadir dengan marketing plan CRO yang memudahkan jalan anda menggapai impian. Jika selama ini CRP dapat diandalkan bagi mitra aktif, CROpun dapat diandalkan bagi mitra DBS yg belum aktif. Tidak bisa seponsori / tidak bisa ngajak orang / tidak bisa presentasi dan cloosing bukan halangan seseorang untuk sukses di DBS. DBS tetap menyediakan sarana untuk mendapatkan Reward atas kerjasama mitra dalam membeli HUP (Hak Usaha Produk). Anda tinggal pilih rewardnya, 3 juta, 30 juta, 300 juta, 1,5 Milyar, 5 Milyar. MAU ???? Anda bisa dapatkan reward dari CRO dengan ketentuan / syarat mempunyai 3HU di Plan A (CRP) dan menambah membeli hak usaha produk (HUP) senilai Rp 350.000 dan gratis DBS Habbazzaitun.

 

Dalam CRO memang diperuntukkan oleh mitra pasif, namun keistimewaan DBS yang tidak ditemukan pada network lain adalah sistemnya yang dinamis. Dimana DBS tidak membatasi mitra aktif yang ingin mendapatkan hasil besar dengan cepat sehingga akan terjadi bentuk keadilan sebagai apresiasi perusahaan kepada mitra yang mendedikasikan waktunya untuk kerja di DBS yang berkat keaktifannya akan membantu mitra yang belum aktif.


 

DBS menggunakan diagram board yang terbagi 5 yang didalamnya akan ditampilkan data posisi anda. Ketika di board 1, anda hanya membutuhkan 30 mitra HUP yang mengantarkan anda fly (melompat) ke board 2 dengan reward 3juta dan anda mempunyai 5HUP baru diboard 1 (otomatis membantu mendorong kecepatan fly anda dan mitra diboard 1).

Ketika board 2, untuk lolos ke board 3 anda hanya membutuhkan 25HUP mitra yang telah lolos dari board 1 menyusul anda ke board 2 dan reward senilai 30juta anda dapatkan. Dan andapun berhak mendapatkan 15 titik HUP baru diboard 1 (otomatis membantu mendorong anda fly dan mitra diboard 1).

Begitu seterusnya dengan perincian lolos dari board 3 ke board 4 dengan masuknya 20 mitra dari board 2 di belakang anda, reward 300juta anda dpt 150HUP baru diperbantukan di board 1anda. Lolos ke board 5 dengan masuknya 10 mitra dibelakang pada board 4 anda; reward 1,5Milyar dengan 1000 titik HUP baru di board 1.

Dan luar biasanya anda akan lolos dari board 5 dengan reward 5 Milyar berikut 100HUP baru di board 1 hanya membutuhkan 5 mitra yang lolos dari board 4 menyusul di board 5 anda.

 

**Reward bias berupa uang, motor, mobil dan produk sesuai board masing-masing mitra.

LUAR BIASA bukan?

 

DBS selalu mengerti dengan apa yang kita butuhkan sebagai kendaraan mitra ke gerbang pintu kesuksesan. Anda tidak salah jika anda menumpang di gerbong DBS. Dan anda TIDAK SALAH BACA ! ANDA AKAN DIJAMIN LOLOS KE BOARD 2 dan akan selalu berkembang sesuai pergerakan dalam system.

CRO telah dimulai pada 1 Oktober 2010.

 

 

Ketentuan per 1 Oktober 2010:

 
  1. BKB = Bisnis Kemitraan Berjenjang   

HU = Hak Usaha; HUP = Hak Usaha Produk

CRP = Customer Refferal Program

CRO = Customer Repeat Order

2. Member baru wajib mendaftar untuk pertama kalinya dengan Kartu Produk ( seri 888 )

3. Member baru yang tidak menggunakan kartu 888 saat pendaftaran awal tidak dapat

    mengikuti promo SUPERREWARD   

    tidak dapat mengikuti plan CRO & tidak mendapatkan fasilitas Asuransi Kecelakaan    

4. HU pertama seri 888 edit profil tidak dapat berlaku sebagai persyaratan Super Reward

    dan Asuransi Kecelakaan

5. Berikutnya daftar bisa cash dengan ketentuan memiliki 3HU CRP DBS.

    Reward – reward besar s/d 5Milyar telah menanti anda.Pastikan anda segera tergabung di DBS.

 

PERTANYAAN TENTANG CRO Plus.

  1. Apakah  yang dimaksud HUP CRO ? CRO adalah kependekan dari Customer Referral Order dimana sebuah marketing plan yang membantu pemegang HUP (Hak Usaha Produk) untuk berkesempatan mendapatkan bonus / reward berulang-ulang walaupun member pasif.
  2. Bagaimana cara bergabung diCRO? Anda bisa daftar di CRO dengan syarat memiliki minimal 3HU di plan CRP kemudian membeli HUP untuk tergabung di CRO. Dan anda tidak dibatasi untuk membeli jumlah.
  3. Apakah marketing plan CRO menjamin pemegang HUP untuk mendapatkan bonus / reward walau pun pasif ? Betul. CRO diperuntukkan bagi mitra pasif untuk mendapatkan hasil besar di DBS. Namun, marketing CRO juga tidak membatasi mitra aktif untuk mengembangkan diri agar kecepatan mendapatkan bonus berulang dan naik ke board lebih cepat.
  4. Board, apakah itu? Board adalah tingkatan sesuai prestasi mitra DBS. Untuk mitra baru akan berada diboard 1 yang berisi 30mitra HUP dibawah anda untuk Naik / Fly keboard 2 . Di board 2 menunggu 25mitra yang lolos dari board 1 ke board 2 untuk Fly ke board 3 dimana anda akan menunggu 15member untuk fly ke board 4. Diboard 4 anda menunggu 10 mitra dari board 3 yg telah fly menyusul mengantar anda ke board 5. Terakhir, anda menunggu 5 orang pemegang HUP yang lolos fly ke board 5 dan dapatkan 5 MILYAR REWARD dari CRO. Dan potensinya berulang-ulang.
  5. Bagaimana bisa berulang-ulang? Saya kan daftar 1HUP? Sistem akan mendeteksi dan memberikan reward diantaranya, lolos dari board 1 anda dapatkan 5HUP baru di board 1, lolos dari board 2 mendapatkan 15HUP diboard 1, lolos dari board 3 dapat 150HUP baru di board 1 dan seterusnya.
  6. Kok bisa saya mendapatkan bunus berulang-ulang? Otomatis, setiap anda fly ke board berikutnya bonus HUP baru tadi punya potensi bonus yang sama dengan HUP pertama anda sesuai dengan prestasi anda. Makanya anda punya hak bonus berulang-ulang.
  7. Apakah saya harus mengembangkan plan CRP untuk perkembangan CRO saya ? Keuntungan di CRO. DBS tidak menargetkan seberapa besar dan jauh dekatnya kesuksesan anda.  Anda yang memutuskannya. Begini,adanya system CRO akan memberikan dampak dan paradigma bahwa begitu mudah mendapatkan bonus di CRO yang akan berakibat  orang lain tertarik bergabung setelah melihat begitu banyak bukti sukses di DBS. Dan itu dipastikan terjadi. Jalan dipermudah, tinggal anda yang menangkap peluang tsb (mengacu system).
  8. Bagaimana kalau saya tidak ada yang mendorong untuk fly ke board berikutnya? Pertanyaannya, apakah anda akan termasuk mitra yang berencana register pada masa akhir DBS (seandainya berakhir)? Sistem akan berjalan selama DBS masih berdiri dan DBS akan tetap berdiri karena system yang kokoh dan saling menguntungkan.
  9. Berarti perusahaan untung besar dong ? Pasti besar, dan saling menguntungkan pastinya., Dan itulah yang membuat kita aman dan percaya akan kekuatan perusahaan membayar bonus mitra-mitranya. Dan kita tidak harus merasa was-was kan?
  10. Katanya ada yang berupa produk juga rewardnya, kalo begitu banyak mau dikemanain? Itu terserah anda, bisa dijual atau kalau berlimpah tidak menutup kemungkinan bias kita amalkan pada kaum duafa. Toh reward cash kita sudah besar kan? Dan menurut ajaran agama, semakin banyak memberi rizki, maka kita akan berlimpah rizki pula.
  11. Jika saya ingin join bisa dibantu? Bagaimana caranya? Ooo, bisa. Mari saya bantu. Anda hubungi saya, di 0856 555 46264 untuk cara daftar / aktivasi 3 HU plan CRP (syarat wajib) dengan Rp.800.000,- kemudian membeli HUP CRO sebesar Rp 350.000. Kemudian ikuti system, anda PASTI BISA!

 

PELUANG SUDAH DIDEPAN MATA. TINGGAL KEPUTUSAN ANDA, MENJADI BUKTI BERIKUTNYA, ATAU HANYA MELIHAT BUKTI SUKSES TEMAN ANDA.

GO 5 MILYAR !!!

 

Sumber: http://www.duta4future.com/news.php?act=read&id=279

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn

Islam itu modern ! Belajar dari GONTOR

Awalnya hendak menulis tentang kemodernan Islam, yang saya pelajari dan dapatkan dari PMDG dulu, kemudian saya mencoba mengklik link pondok modern Gontor yang saya masih ingat betul alamatnya. Sekedar ingin melihat panca jiwa, panca jangka dan motto pondok modern yang melandasi segala gerak kegiatan di sana, karena dari ketiga prinsip itulah gontor bisa menjadi semodern itu. Alangkah terkejutnya ketika melihat wajah website gontor. Semua sudah berubah. Menjadi lebih sederhana dan simpel tapi tidak meninggalkan isinya. Dan yang lebih mengejutkan lagi ada satu link baru yaitu TV Gontor. Subhanallah.

 

TV Gontor merupakan bahan bicaraan saya dulu dengan santri-santri yang tertarik dibidang IT dan media. Saya kira Cuma sebuah khayalan. Dan sekarang Gontor membuktikannya. Gontor punya TIPI. Sisi lain betapa modernnya Gontor. Mungkin  bagi orang-orang lain hal itu biasa. Tapi bagi saya itu luar biasa. Mengapa ? ada beberapa alasan. 1) Gontor bukan sekolah yang bayarnya selangit, tidak heran bila ada sekolah mahal yang membangun stasiun tipi, tapi ini gontor loh, pondok pesantren yang biaya hidup dan sekolahnya selama sebulan setengah dari uang sakuku sekrang selama sebulan (500 ribu). Bisa menyediakan santrinya kegiatan yang luar biasa. 2) halo ini pondok pesantren yah. Bukan Universitas. Anak-anak di gontor seusia SMP hingga SMA. Emang ada gitu anak SMP bikin stasiun TV ? 3) pelajaran di gontor itu tidak gampang akhi…… betapa sulitnya ngatur waktu. Apalagi kegiatan-kegiatan wajib lain juga tak kalah banyak. Di sela kesibukan mereka bisa menciptakan hal yang luar biasa. 4)di gontor tidak Cuma ada tipi. Ada banyak ekstra. Lab IPA, komputer, perpustakaan besar, studio musik, GOR, studio seni, studio foto, kegiatan pramukanya tidak Cuma sekedar mengajarkan tepuk pramuka (ada rapeling, panjat, arum jeram, tracking). SMP atau SMA mana yang selengkap itu ?

 

Seminggu yang lalu teman saya mengejek, mungkin sekedar ingin bercanda. Bertanya dalam Islam katanya musik dilarang (pasca saya meng-upload photo salah satu kyai gontor: Ustadz. Hasan sedang bermain gitar dan drum). Lalu aku jawab tidak seperti itu, buktinya dulu di Gontor sarat dengan berbagai kegiatan ekstra termasuk musik. Lalu dia mengejek, iya paling hadroh. Aku agak tersinggung, tapi aku tahan juga. Dia belum tau soal Gontor. Gontor tidak pernah memang gembar-gembor kedunia luar bahwa di gontor itu kegiatan dan ekstranya luar biasa bila dibanding sekolah lain. Maklum saja bila kemudian dia tidak paham.

 

Semua kemodernan di Gontor menjawab semua keraguan di hati orang-orang yang tidak mengerti Islam dan pesantren. Dikiranya Islam itu kuno, Islam itu kolot, Islam itu eksklusif. Saya tertawa saja mendengarnya. 

 


 

Pada dasarnya kenapa Gontor bisa bertahan dengan kemodernannya hingga begitu lama bahkan mengembangkan hingga begitu luas adalah kembali pada dua prinsip tadi. Motto, Panca Jiwa dan Panca Jangka. Di Gontor motto-motto tadi tidak sekedar jadi pajangan. Apa yang kita kerjakan, sistem yang digunakan dan dipraktekkan semunya menjunjung tinggi tiga prinsip tadi.

 

Motto Gontor ada empat :

  • Berbudi tinggi
  • Berbadan sehat
  • Berpengetahuan luas
  • Berpikiran bebas

Inilah motto yang dibuat oleh pendiri gontor tahun 1926 dulu. Dikala bangsa kita bahkan belum mengenal pancasila. Apa yang terlihat dari sini ? sebagai muslim beginilah seharusnya kita berbuat dan mengembangkan diri. Muslim harus berbudi tinggi dengan menguatkan akidah dan syariat hingga melahirkan akhlak yang mulia (karena akhlak mulia hanya bisa didirkan dengan akidah dan syariat kuat). Muslim harus berbadan sehat. Nabi hanya dua kali sakit dalam hidupnya. Muslim harus berpengetahuan luas. Jelas. Nabi mengutus salman dan sahabat-sahabat lain untuk menimba ilmu di persia, padahal persia bukan tempat berbasis islam. dan ingat hadist nabi. Carilah ilmu walau sampai ke negeri cina ? Islam harus berpikiran bebas. Oleh sebab itulah jika ada muslim yang terkekang dan dikotak-kotakan oleh paradigma dan pikiran yang sempit dia belum menjadi seorang muslim yang sesungguhnya.

 

Belajar lagi dari panca jiwa gontor.

  • Keikhlasan
  • Kesederhanaan
  • Berdikari
  • Ukhuwah Islamiyah
  • Jiwa Bebas

Keikhlasan berarti keprofesionalan. Semua yang dikerjakan di Gontor hanya berlandaskan ikhlas. Ikhlas adalah ilmu yang sulit sekali untuk kita terapkan dan dapatkan. Maka di gontor semua santri dipaksa dengan sistem yang berlandaskan ikhlas. Santri kerja di unit usaha pondok tidak ada yang digaji. Santri mengurusi kebun dan kebersihan tidak di gaji. Santri menyelenggarakan festival dan kegiatan pondok tidak juga digaji. Ustad mengajar juga tanpa ada bayaran dan lain sebagainya. Semuanya hanya untuk kemaslhatan bersma dan keprofesionalitasan. Orang yang profesional tidak pernah mengharpkan apa-apa selain bekerja maksimal, kepuasan baginya adalah jika bisa mengerjakan pekerjaannya dengan baik bukan gaji atau upah.

 

Kesederhanaan. Untuk apa gembar-gembor dengan segala kekayaan (baik intelektual, spiritual, emosional dan maal). Orang-orang yang sombong dan memperlihatkan hartanya sesungguhnya dia kekurangan. Setidaknya itu yang saya dapatkan selama belajar di gontor. Kami tidak pernah memakai pakaian yang wah, makan makanan yang enak, tidur di kasur dan kamar laksana hotel, mandi di kamar mandi yang super. Itulah bagian kecil dari kesederhanaan gontor. Seorang muslim yang mengaku modern harus begitu.

 

 Kami tidak pernah menyuruh pembantu untuk membersihkan pondok, memasak, mengurus air dan lampu, mencuci pakaian, menjemur kasur, membuang sampah dan menjaga kemananan pondok. Semua santri dan ustad yang menjalankan. Tidak akan kita temui seorang pegawai dan pembantu di pondok.  Kami tidak mengemis bantuan dana dari pemerintah. Kami membiayai biaya pondok kami dari unit-unit usaha kami, parik roti, peternakan sapi, susu, pabrik es, sawah dan penggilingan padi, sayur, minimarket, stasiun radio dan televisi serta lain sebagainya, laba dari unit usaha itulah yang mensubsidi biaya pendidikan dan makan kami di pondok. Itulah arti berdikari. Seorang muslim yang modern harus mengerti arti berdikari.

 

Ukhuwah islamiyah. Tidak hanya sesama muslim tapi untuk yang berlainan agama juga. Miris sekali melihat saat ni banyak muslim yang salin menyalahkan muslim yang lain hanya karena qunut, wirid  tahlil, dan imam yang berbeda. Tidakah mengerti ada amalan yang pahalanya di atas sholat puasa dan sedekah, amalan itu adalah mendamaikan seteru antara dua orang. Itulah ukuwah. Sebab itu, bertengkar adalah pelanggaran berat di gontor yang hukumannya adalah matrud (diusir dari pondok)

 

Jiwa bebas. Hampir sama dengan motto yang keempat tadi. Bebas adalah berdaulat, tidak melakukan hal apapun karena orang lain. Lakukan semuanya karena hati dan keinginan sendir, bukan dari intervensi.

 

Muslim yang kokoh dan modern harus dan wajib menerapkan motto dan panca jiwa gontor itu. Tidak sekedar membaca tulisan ini kemudian dilupakan, kalau perlu catat dan ingat terus dalam amalan-amalan harian kita.

 

Andai umat islam seluruh indonesia ini diajarkan motto dan panca jiwa tersebut, sejatinya tidak perlu meresahkan NII, Terorisme dan tindakan anarkis macam budaya primitif.

 

Panggung Gembira  : hanyalah salah satu kekayaan gontor

 

 

Para Alumni : banyak yang sudah menjadi tokoh besar

Masjid Jami' : salah satu bangunan penyangga kebesaran gontor

 

Tamu agung dari rusia : satu-satunya presiden Indonesia yang belum pernah ke gontor cuma sukarno

 

Gedung Saudi : beberapa fasilitas penting ada di situ

 

gerbang masuk gontor

 

gedung rabitah : salah satu gedung baru

 

pendiri gontor : foto KH. Zainudin Fananie (duduk di tengah, jas hitam), Istri beliau, Hj. Rabiah (duduk di kiri), dan adik istri Beliau, Hj. Samsidar (duduk sebelah kanan), KH. Imam Zarkasyi (nomor dua berdiri dari kanan).

 

Sumber: http://www.youtube.com/watch?NR=1&feature=endscreen&v=jNgA77VVrMc

 

FacebookTwitterGoogle+LinkedIn

Gallery

slide3 slide2 slide1
FacebookTwitterGoogle+LinkedIn